Connect with us

TNI-Polri

Mantan Pejuang OPM Usulkan KKB Sebagai Teroris

Published

on

PAPUA, CAKRATARA – Mantan Pejuang OPM pernah mengusulkan supaya KKB ditetapkan sebagai kelompok teroris karena pergerakannya membahayakan masyarakat sipil.

Mantan Pejuang OPM atau Organisasi Papua Merdeka yakni Nick Messet mengatakan, masyarakat Papua pada umumnya tidak setuju dengan eksistensi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua karena selalu menimbulkan ketakutan bagi kehidupan masyarakat.

“Saya sudah pernah bilang kalau KKB itu dikategorikan sebagai teroris saja, mereka sudah membuat ketakutan pada masyarakat,” kata Nick Messet mantan Pejuang OPM pada pekan ini di Papua yang dikutip cakratara.com pada Selasa (6/4/2021).

Dirinya mendukung penuh bila KKB dikategorikan menjadi teroris. Ia menilai jika wacana tersebut sudah tepat sebagai strategi untuk menangkal pergerakan KKB.

“Kalau itu kebijakan pemerintah, sudah tepat menjadikan sebagai teroris, supaya orang Papua tidak dibunuh,” ucapnya.

Nick juga tetap mengingatkan kepada aparat keamanan yakni TNI dan Polri untuk berhati-hati dalam menjaga keamanan di Papua. Ia menghimbau agar aparat keamanan dan pemerintah mengedepankan ruang dialog. Dari fakta-fakta mengenai sepak terjang yang telah dilakukan oleh KKB selama ini, banyak pihak yang menyampaikan bahwa sepatutnya KKB masuk ke dalam kategori tindak terorisme.

Salah satunya Deputi VII Badan Intelijen Wawan Purwanto yang mensejajarkan KKB dengan organisasi teroris. “KKB pada dasarnya sejajar dengan organisasi teroris yang menjadi musuh bersama dan harus ditindak tegas,” kata Wawan.

Menurutnya, kejahatan yang dilakukan KKB selama ini sejajar dengan aksi terorisme dan sesuai dengan Pasal 1 ayat 2 UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan atas UU No 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi UU.

“Aksi kekerasan yang dilakukan oleh KKB telah menimbulkan efek ketakutan yang meluas di kalangan masyarakat, dan kerap menyebabkan korban jiwa hingga menimbulkan kerugian harta benda,” tegasnya.

Asep Supena
Cakratara.com

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!

Redaksi Cakratara.com melayani Hak Jawab, dan Hak Koreksi apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

TNI-Polri

Respon Cepat Polres Metro Jakarta Barat Diapresiasi Korsel

Published

on

Respon cepat Polres Metro Jakarta Barat menanggapi laporan kehilangan anak Korea Selatan mendapat apresiasi dari negeri penghasil ginseng.

JAKARTA, CAKRATARA – Respon cepat Polres Metro Jakarta Barat menanggapi laporan kehilangan anak WNA asal Korea Selatan (Korsel) mendapat apresiasi dari negeri penghasil ginseng.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo saat dikonfirmasi menjelaskan pihaknya kedatangan dari Atase Kepolisan pihak Kedubes Korea Selatan untuk memberikan apresiasi berupa sertifikat penghargaan dari Kedubes Korea Selatan yang telah berhasil menemukan anak hilang (WNA) asal Korsel.

Hal tersebut, kata Ady merupakan salah satu bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat bukan hanya warga pribumi saja warga negara asing berhak mendapatkan pelayanan dari kepolisan.

“Kami tak memandang siapa saja dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, siapa saja berhak mendapatkan pelayanan dari kami” tuturnya

Dalam kesempatan yang sama Atase Kepolisian kedubes korsel Mr. Byun Changbum mengatakan saya mewakili dari pihak kedubes korea Selatan sangat mengapresiasi atas kecepatan dan tanggap nya menerima informasi adanya anak hilang (WNA) asal korsel yang bernama Kim Ha Na

“Walaupun kami tidak membuat laporan hanya melalui dari ucapan saja respon dari polres metro jakarta barat sangat luar biasa sehingga bisa menemukan anak hilang tersebut,” ujarnya

Menurutnya ini merupakan hal yang luar biasa dan patut mendapat apresiasi atas keberhasilan tersebut

Pihaknya sudah menerima laporan tersebut sudah lama sekitar 6 bulan yang lalu dari keluarga namun tidak berhasil kami temukan, kemudian pihaknya berbincang dengan Polres Metro Jakarta Barat

“Alhasil anak tersebut bisa segera ditemukan oleh satreskrim Polres Metro Jakarta Barat dalam hal ini Subnit Jatanras, itu luar biasa sekali,” katanya

Oleh karena itu kami dari Atase Kepolisian Kedubes Korea Selatan sangat mengapresiasi gerak cepat dalam hal ini kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo dan kasat reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Joko Dwi Harsono dan jajaran sat reskrim Polres Metro Jakarta Barat

“Kami sangat mengapresiasi dan Kedatangannya tersebut untuk memberikan sertifikat penghargaan dari kedubes Korsel Mr. Park Tae Sung,” ucapnya

Dalam kehadirannya tersebut tampak terlihat pihak Polres Metro Jakarta Barat menyambut hangat atas kedatangan pihak korsel yang dikenal sebagai negeri ginseng tersebut

Setelah beramah tamah kemudian tampak terlihat pihak kedubes Korea Selatan kemudian memberikan sertifikat penghargaan yang diwakili oleh Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo didampingi oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Joko Dwi Harsono

Untuk diketahui dalam hal ini pihak kedubes Korea Selatan memberikan penghargaan kepada anggota sat reskrim Polres Metro Jakarta Barat diantaranya Kanit Krimum Polres Metro Jakarta Barat Akp Avrilendy Akmam Ajie Sulistyo, Kasubnit Jatanras Polres Metro Jakarta Barat Ipda M Rizky Ali Akbar beserta 13 personel anggota Jatanras Polres Metro Jakarta Barat.

Achmad Sulaiman (Eman)
Cakratara

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!
Continue Reading

TNI-Polri

Ribuan Warga Ikuti Vaksinasi Massal Akabri 1990 di Sumbar

Published

on

Ribuan warga mengikuti vaksinasi massal yang diselenggarakan Alumni Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) angkatan 1990

PADANG, CAKRATARA – Ribuan warga mengikuti vaksinasi massal yang diselenggarakan Alumni Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) angkatan 1990 secara serentak di seluruh Indonesia dalam momen 31 Tahun Gelar Akabri 90 Mengabdi Untuk Negeri, Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh”.

Untuk di Sumatera Barat yang diikuti ribuan warga penyelenggaraan vaksinasi dilangsungkan di Hall Exhibition Universitas Putra Indonesia (UPI), Hall serba guna HTT, dan di Auditorium Universitas Negeri Padang, Selasa (26/10/21).

Kombes Pol K. Rahmadi, MH selaku alumni Akabri 1990 yang bertugas sebagai Irwasda Polda Sumbar mengatakan, pergelaran vaksinasi yang berlangsung di tiga lokasi tersebut melebihi dari yang ditargetkan.

“Untuk di UPI sendiri kita menargetkan 2.000 orang, namun sampai sekarang sudah mendekati itu. Di HTT kita targetkan 100 orang, pendaftarnya sudah sampai 1.300 orang. Kemudian Di UNP kita targetkan 2.000, Insya Allah kita sudah mendekati 2.000,” katanya saat meninjau vaksinasi di UPI.

Kombes Pol K. Rahmadi menerangkan, untuk sasaran vaksinasi tersebut adalah pelajar, mahasiswa dan masyarakat. Untuk kategori anak sekolah (pelajar) dilaksanakan di UPI.

“Kalau untuk di HTT sasarannya adalah untuk masyarakat umum, di UNP sebagian dari adik-adik kita mahasiswa dan sebagiannya lagi untuk masyarakat umum,” ucapnya.

Lanjutnya, khusus pergelaran vaksinasi yang dilakukan oleh Akabri 90 di Sumbar, awalnya ditargetkan untuk 2.000 orang. Namun ia meminta tambahan vaksin untuk lebih dari target awal tersebut.

“Kami minta tambahan minimal 5.000 orang di Sumatera Barat,” pungkasnya.

“Dengan diadakannya vaksinasi yang dilakukan oleh Akabri 90 ini diharapkan dapat menambah jumlah capaian vaksinasi di Provinsi Sumatera Barat,” tutupnya.

(Damrizal)
Cakratara

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!
Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending