Connect with us

Nusantara

Terungkap, KPM di Desa Munjul Selama Dua Tahun Tak Terima BPNT

Published

on

PANDEGLANG, CAKRATARA – Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diduga tidak menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) selama kurang lebih dua tahun di Desa Munjul, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten.

“Jangankan bahan pangan untuk program Sembako berupa beras, atau bahan pangan lokal seperti telur, daging ayam, tempe, tahu dan buah-buahan, Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) sampai sekarang tidak pernah melihat dan juga memegangnya,” terang Menah selaku KPM BPNT kepada media, Jum’at (02/04/2021).

Ia juga mengatakan, mengetahui terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat program Bantuan Pangan Non Tunai dari saudaranya, tetapi harus mengeluarkan administrasi jika ingin mengambil bahan pangan di e-Warong.

“Informasi saya dapat dari saudara sebagai penerima program BPNT, tetapi Sembako dan juga Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) tidak pernah saya terima sampai sekarang,” ungkap Menah.

Dikatakan Menah, e-Warong agen yang ditentukan sebagai tempat pembelian bahan pangan, dan Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKS) Kecamatan Munjul juga diduga tidak pernah menginformasikan bahwa dirinya mendapatkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Setelah mengetahui bahwa dirinya selaku penerima program BPNT, Menah menegaskan sampai saat ini belum menerima dana bantuan. Ia berharap, Kartu Keluarga Sejahtera agar dikembalikan lagi karena bantuan sosial pangan bisa mengurangi
beban pengeluaran keluarga miskin dan rentan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kami dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah/keluarga miskin, bantuan sosial pangan tersebut dapat mengurangi beban pengeluaran dalam memenuhi kebutuhan. Dengan dasar itu harapannya baik Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) maupun hak terdahulu yang tidak saya terima agar dapat diganti sesuai dengan aturan yang sebenarnya,” harap Menah.

Terpisah, Samsiah selaku Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKS) Kecamatan Munjul saat diklarifikasi mengatakan baru mengetahuinya dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bahwa bertahun-tahun Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) tidak dipegang oleh pemiliknya.

“Saya baru mengetahui dari KPM jika ada KKS tidak dipegang penerima bantuan atas nama Menah. Jika memang informasinya seperti itu, maka kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk membantu dan berkordinasi dengan pihak desa Munjul serta e-Warong agen yang ditentukan sebagai tempat pembelian bahan pangan di Desa Munjul, tetapi untuk sementara harap bersabar,” jelas Samsiah saat ditemui di kediamannya.

Sementara agen e-Warong dan juga pihak desa belum bisa dikonfirmasi mengenai persoalan hilangnya hak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) selama bertahun-tahun di Desa Munjul tersebut hingga berita ini di tayangkan.

Anton (Kasman)
Cakratara.com 2021

Redaksi Cakratara.com melayani HAK JAWAB, dan HAK KOREKSI, apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

Nusantara

Aksi Solidaritas Wartawan Desak Polisi Tangkap Pembunuh Marshal

Published

on

Wartawan Siantar-Simalungun menggelar aksi solidaritas meminta pihak kepolisian segera menangkap pelaku pembunuhan terhadap Pimpinan Media

PEMATANGSIANTAR, CAKRATARA – Wartawan Siantar-Simalungun menggelar aksi solidaritas meminta pihak kepolisian segera menangkap pelaku pembunuhan terhadap Pimpinan Media Lassernewstoday, Mara Salim Harahap akrab disapa Marshal Harahap yang ditembak OTK saat menuju pulang ke rumahnya pada Jumat (18/6/2021) malam.

Seruan “Tangkap Pembunuh Marsal” menjadi viral di media sosial, bahkan kali ini meninggalnya Wartawan Siantar – Simalungun, Provinsi Sumut menjadi perhatian para Media, Ormas, OKP, Jurnalis, Wartawan dan Pers seluruh Indonesia.

Wartawan Siantar – Simalungun yang merasa prihatin saat ini berkabung atas meninggalnya Marshal Harahap dengan melakukan aksi solidaritas menyerukan “Tangkap Pembunuh Marsal” yang berlangsung di depan Balai Kota Pematangsiantar pada Senin (21/6/21) pukul 09.15WIB.

Setelah membacakan penyataan sikap di hadapan masyarakat dan ratusan insan pers, kembali melakukan aksi long march ke depan Polres Pematangsiantar.

Di depan Polres Pematangsiantar, para wartawan yang melakukan aksi solidaritas meminta supaya Polri khususnya Kepolisian Pematangsiantar dan Polres Simalungun bersinergi segera menangkap pelaku dan otak pembunuhan Marshal dengan menggunakan peluru tajam.

“Kami meminta dan berharap Aparat Penegak Hukum supaya segera menangkap pembunuh Marsal, kami akan selalu desak dan maju,” kata para wartawan sambari menyerahkan pernyataan sikap langsung kepada Kapolres Pematangsiantar.

Kapolres Pematangsiantar, AKBP. Boy Sutan Binanga Siregar SIK yang langsung menerima dan menghadapi rekan rekan pers yang melakukan aksi mengatakan sangat mendukung aspirasi rekan rekan pers dan meminta dukungan serta doa supaya pihak Kepolisian segera mengungkap tragedi pembunuhan Marshal Harahap sebagaimana juga telah diperintahkan.

“Kami dari jajaran Kepolisian sangat mendukung rekan rekan pers dan kami minta doa dan dukungan dari rekan rekna pers supaya kami mampu mengungkapnya” ucap Kapolres Pematangsiantar.

Setelah melakukan aksi solidaritas, Wartawan Siantar – Simalungun kembali bergerak menuju Polres Simalungun di Pamatang Raya untuk menyampaikan aspirasi dan pernyataan sikap untuk segera menangkap pembunuhan Marshal Harahap.

MS Nasution
Cakratara

Continue Reading

Nusantara

Puskesmas Majasari Kembali Gelar Vaksinasi Covid19

Published

on

Puskesmas Majasari menggelar vaksinasi Covid19 di Puskesmas dalam upaya mencegah terjadinya penyebaran Covid19 yang kembali meningkat

PANDEGLANG, CAKRATARA – Puskesmas Majasari menggelar vaksinasi Covid19 di Puskesmas dalam upaya mencegah terjadinya penyebaran Covid19 yang kembali meningkat di Kabupaten Pandeglang, Banten pada Senin (21/6/21).

Salah seorang peserta Vaksin Adik Rama ( 50 ) mengungkapkan kepada awak media bahwa kewajiban setiap masyarakat untuk mengikuti vaksinasi, apalagi dirinya sebagai Lurah Karaton Kecamatan Pandeglang sering berinteraksi dengan masyarakat.

“Sebagai kepala Kelurahan Karaton saya wajib turut serta untuk vaksinasi karena sering berinteraksi dengan masyarakat. Alhamdulillah vaksinasi ini tahap ke 2,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Wisnu Supardan, SH.i,. MM mengajak kepada seluruh masyarakat agar tetap mengikuti protokol kesehatan.

“Saya sudah melaksanakan vaksinasi yang ke 2 kalinya dan saya mengajak kepada warga masyarakat Majasari khususnya agar mengikuti vaksin dan tetap menjaga protokol kesehatan,” tutupnya.

Lia Barokah
Cakratara

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending

Klik izinkan notifikasi untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Abaikan
Izinkan Notifikasi