Connect with us

TNI-Polri

Panglima TNI: SMA Pradita Dirgantara Buka Peluang Generasi Unggul

Published

on

JAKARTA, CAKRATARA – Setiap rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Pendidikan yang tidak hanya mementingkan aspek intelektualitas saja, tetapi juga untuk membangun karakter sebagai bangsa yang bermartabat dan berbudi luhur.

“Sejak didirikan pada tahun 2017, SMA Pradita Dirgantara membuka peluang bagi seluruh siswa Indonesia dari berbagai suku bangsa untuk belajar dan menjadi generasi yang unggul. Semangat untuk menciptakan generasi unggul tersebut tentu saja sejalan dengan komitmen Pemerintah untuk mewujudkan SDM unggul untuk Indonesia maju,” terang Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., saat melaksanakan Video Conference dengan SMA Pradita Dirgantara, Sabtu (03/04/2021).

Video Conference ini diikuti oleh Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, Ketua Umum Yasarini Ibu Nanny Hadi Tjahjanto, Direktur Pengembangan SMA Pradita Dirgantara, Bapak Dwi Agus Y. Ph.D., 
Manager Keasramaan dan Kerumahtanggaan SMA Pradita Dirgantara Marsma TNI (Purn) Syukur, Kepala SMA Pradita Dirgantara, Dr. Yulianto Hadi, Serta segenap Pejabat Mabes TNI.

“Saat ini kita telah memasuki era Revolusi Industri 4.0 yang menuntut kita untuk memiliki daya saing yang tinggi melalui inovasi di berbagai bidang. Dan SMA Pradita Dirgantara didirikan dengan semangat untuk mencetak generasi unggul yang mampu bersaing di kancah global dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai luhur budaya bangsa,” tegas Panglima TNI.

Demikian halnya dengan para pelajar di Papua Barat dan Papua yang memerlukan sistem pendidikan yang lebih baik dalam rangka untuk meningkatkan human development index agar setara dengan wilayah Indonesia lainnya.

Oleh karena itu, diperlukan sistem pendidikan yang unggul yang dibangun secara holistik dan berkesinambungan dengan memperhatikan kearifan lokal dan budaya serta adat istiadat Orang Asli Papua.

Dalam hal ini, SMA Pradita Dirgantara dapat dijadikan sebagai role model bagi sistem pendidikan yang akan dibangun di Papua Barat dan Papua. Tentu saja diperlukan pemikiran dan perencanaan yang matang untuk mewujudkannya. Dan hari ini, kita memiliki kesempatan untuk saling berkomunikasi dan bertukar pandangan terkait hal tersebut.

“Saya yakin, dengan niat dan komitmen yang kuat dari seluruh pihak, cita-cita mewujudkan pendidikan unggul di Tanah Papua akan dapat kita lakukan. Oleh karenanya, kita memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar senantiasa memberikan rahmat dan karunia serta petunjuk-Nya kepada kita semua dalam upaya mewujudkan kemajuan pendidikan bangsa, khususnya pendidikan di Tanah Papua,” ungkap Panglima TNI

Sementara itu, seorang siswa SMA Pradita Dirgantara bernama Gabriel Yohan Enggalim yang merupakan siswa perwakilan dari Papua Barat menyampaikan sangat senang dan bangga dapat menjadi bagian dari SMA Pradita Dirgantara.

“Saya berusaha sekuat tenaga untuk menyiapkan diri menjadi Generasi Emas untuk Indonesia di masa mendatang,” tutupnya.

Asep Supena
Cakratara.com 2021

 

Redaksi Cakratara.com melayani Hak Jawab, dan Hak Koreksi apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

TNI-Polri

8 Remaja Tawuran Diamankan Polsek Kembangan

Published

on

Petugas kepolisian dari Polsek Kembangan Jakarta Barat menangkap sekitar 8 remaja yang terlibat aksi tawuran Jalan Kembangan Utara

JAKARTA, CAKRATARA – Petugas kepolisian dari Polsek Kembangan Jakarta Barat menangkap sekitar 8 remaja yang terlibat aksi tawuran Jalan Kembangan Utara Kecamatan Kembangan, Jakarta barat pada Senin (4/10).

Tawuran remaja di Kembangan Utara diketahui adanya laporan dari warga jika ada seorang pelajar MF (18) terkena luka bacok.

Kejadian tawuran tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WIB saat jam pulang sekolah. Polisi menangkap 8 remaja berinisial RS alias A (18), MFR alias O (16), RS alias J (18), RD alias P (19), HA (16), MDA (17), MR (18) dan MJS (19).

“Jadi dapat laporan dia (korban) di puskesmas dalam keadaan terluka parah kebacok. TKP-nya ini di Jalan Kembangan Utara itu pecahnya tawuran. Kondisi korban mengalami luka di kepala, di punggung juga di kaki,” kata Kapolsek Kembangan Kompol H Khoiri dalam konferensi pers, Senin (25/10/2021).

Sementara Kanit Reskrim Polsek Kembangan AKP Ferdo Alfianto mengatakan dari keenam pelaku tersebut memiliki peran masing-masing yang berbeda.

“Pelaku utama RS alias A (18) yang melakukan pembacokan kepada korban. MFR alias O (16) perannya menabrakkan motor kepada korban tepatnya melindas kepala. Kalau dilihat korban ada luka di kepala, itu luka akibat pelaku ini,” ungkap Ferdo.

Pelaku selanjutnya berinisial RS alias J dan RD alias P mereka berdua menyediakan senjata tajam untuk RS dan MFR. Pelaku lainnya berinisial HA dan MDA ketauan memiliki senjata tajam tanpa izin.

“Kedua pelaku MR (18) dan MJS (19) juga ketauan memiliki senjata tak berizin,” jelas Ferdo.

Ferdo mengatakan jika tawuran tersebut bermula dari ajakan di media sosial. Kedua kelompok pelajar tersebut melakukan tawuran dikarenakan adu gengsi satu sama lain.

“Adu gengsi saja. Berawal medsos, saling sahut adu kekuatan. Kemudian momen PTM dimanfaatkan oleh mereka,” ujar Ferdo.

“Ini sangat miris mendengar kabar ini. Ini pembelajaran bagi kita mengingat PPKM level 2 sekolah mulai tatap muka, maka pihak kepolisian khusunya Kembangan berpesan ke orangtua dan sekolah untuk mengawasi para pelajar dan anak didik agar terhindar dari tawuran. Sehingga tidak ada korban jiwa,” tuturnya.

Dari tangan para pelaku, polisi menyita enam buah sajam berjenis celurit dan enam unit sepeda motor.

Atas perbuatan kedelapan pelaku tersebut, polisi menerapkan pasal yang berbeda-beda. Ini dikarenakan kategori kejahatan yang mereka perbuat tidak sama.

“Pelaku berinisial RS alias A, MFR alias O, RS alias J dan RD alias P dikenakan pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dan terancam maksimal hukuman 10 tahun penjara. Sedangkan HA, MDA, MR dan MJS dikenakan UU Darurat Pasal 2 dikarenakan memiliki senjata tak berizin dan terancam maksimal hukuman 10 tahun penjara,” tutupnya.

Achmad Sulaiman (Eman)
Cakratara

Continue Reading

TNI-Polri

Dirpamobvit Polda Banten Wakili Kapolda Hadiri Pembukaan SKPP

Published

on

Dirpamobvit Polda Banten AKBP Edy Sumardi mewakili Kapolda Banten dalam acara pembukaan Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP)

SERANG, CAKRATARA – Dirpamobvit Polda Banten AKBP Edy Sumardi mewakili Kapolda Banten dalam acara pembukaan Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) yang diadakan oleh Bawaslu Provinsi Banten di Ballroom Krakatau 6 The Royale Krakatau Jalan KH. Marzuki nomor 26, Kebon Dalem, Kota Cilegon, Senin (25/10/21).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Daerah 1 Provinsi Banten Drs. Septo Kalnadi, Ketua Bawaslu Provinsi Banten Didi M Sudi beserta jajaran, Para Unsur Forkopimda Provinsi Banten, Ketua KPU Provinsi Banten dan 20 peserta SKPP.

Kapolda Banten IJP Dr. Rudy Heriyanto Adi Nugroho melalui Dirpamobvit Polda Banten mengatakan program yang diadakan oleh Bawaslu merupakan program unggulan serta program prioritas Presiden Jokowi.

“Kegiatan Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) merupakan program yang sangat positif, semoga dengan diadakannya Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam melakukan pengawasan pelaksanaan pemilu,” kata Edy.

“Demi terwujudnya pemilu yang berintegritas, bermartabat dan berkualitas, masyarakat harus dilibatkan, karena kami Polda Banten, Bawaslu, TNI dan instansi terkait tidak dapat bekerja sendiri. Dengan adanya kegiatan ini kami berharap nantinya masyarakat bisa tahu apa yang harus dilakukan dalam mengawal pesta demokrasi,” imbuh Edy Sumardi.

Ketua Bawaslu Provinsi Banten Didih M Sudi dalam sambutanya mengucapkan terimakasih kepada instansi terkait yang telah mendukung kegiatan SKPP dan harapan kedepan dengan diadakannya kegiatan SKPP dapat menghasilkan kader-kader yang bisa membawa perubahan baru.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada bapak dan ibu baik dari Pemerintahan Provinsi Banten, Polda Banten, Korem 064/MY dan instansi lainnya, karena telah mendukung kami Bawaslu dalam program SKPP,” ucapnya.

“Harapan kami kedepannya dengan diadakannya kegiatan SKPP hari ini dapat meningkatkan partisipatif pengawas pemilu dan melahirkan kader-kader baru yang bisa membawa informasi dan juga perubahan khususnya dalam pengawasan pemilu,” tutup Didih M Sudi.

Anton Hermawan
Cakratara

Continue Reading

Trending

Cakratara.com Klik allow notifications untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications