LEBAK, CAKRATARA – Pelaksanaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi DI Cilangkahan II Sukaraja Malingping yang didanai APBD II Lebak dengan anggaran Rp 1,56 miliar banyak menilai diwarnai sejumlah kejanggalan.

Pasalnya, seluruh pekerjaan diduga di Subkontrakan. Material bronjong juga diduga bukan pabrikasi yang dibuat manual di kantor Unit Pelaksana Teknis  Sumber Daya Air (UPT SDA) Malingping pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Lebak.

Kepala UPT SDA Wilayah V pada DPUPR Lebak, Juned saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, perbaikan irigasi DI Cilangkahan II Sukaraja Malingping sudah dilaksanakan sejak pekan kemarin oleh pemborong yang diduga merupakan seorang Kepala Desa di Kecamatan Cibeber Kabupaten Lebak.

“Yang saya tahu proyek rehabilitasi jaringan irigasi DI Cilangkahan II alat berat dan material bronjongnya atas perintah pemborongnya,” kata Juned.

Saat ditanya spek bronjong yang harus digunakan pada pekerjaan tersebut, Juned menuturkan dirinya mendapat perintah dari pemborong membuat bronjong.

“Saya juga tidak tahu, yang jelas bronjongnya manual dan kerjakan oleh tenaga ahli tim saya, ya dikerjakan di sini (kantor UPT SDA Wilayah V),” tutup Juned.

Asep D Mulyadi
Cakratara.com 2021