Connect with us

TNI-Polri

TNI Musnahkan Barang Bukti Tindak Pidana Militer

Published

on

JAKARTA, CAKRATARA – Tentara Nasional Indonesia (TNI) melaksanakan pemusnahan berbagai jenis barang bukti perkara tindak pidana militer dengan tetap menjalankan protokol kesehatan Covid-19 bertempat di halaman kantor Oditur Militer II-07 Jakarta, Jalan Dr. Soemarmo Pulogebang, Jakarta Timur, Jumat (19/3/2021).

Oditur Jenderal (Orjen) TNI Marsda TNI DR. Sujono, S.H., M.H., CFRA mengatakan bahwa kegiatan pemusnahan barang bukti yang menjadi tanggung jawab Oditurat Militer II-07 Jakarta yaitu sebagai wujud pelaksana perintah Hakim Militer II-08 Jakarta.

“Barang bukti yang dimusnahkan adalah barang bukti perkara tindak pidana militer yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (INKRACHT) serta barang bukti yang sudah tidak memiliki nilai ekonomis dari berbagai jenis perkara, dengan terpidana sebanyak 498 orang,” ungkapnya.

Adapun jenis-jenis barang bukti yang dimusnahkan adalah berbagai jenis narkotika seperti sabu-sabu sebanyak 2 kg, ekstasi 9.153 butir dan ganja 2 kg; senjata api, munisi dan senjata tajam terdiri dari 96 pucuk pistol, 6 pucuk senjata laras panjang, 10 buah granat/TNT, 9 pucuk Air Soft Gun, 1.144 butir amunisi dan 72 buah senjata tajam, 77 buah handphone; 6 buah korek api berbentuk pistol, 3 buah kayu, 10 botol miras, 50 buah bekas alat konsumsi narkotika; serta bangkai kendaraan terdiri dari 2 unit mobil dan 18 unit sepeda motor (sudah rusak/tinggal rangka).

Pemusnahan barang bukti ini merupakan salah satu upaya agar seluruh Pimpinan TNI dan segenap prajurit TNI serta masyarakat tahu bahwa barang bukti yang disita benar-benar dimusnahkan, sebagai bagian dari implementasi zona integritas yaitu berupa kehatian-hatian dalam menjaga dan menyimpan barang bukti, sehingga menghindari adanya penyalahgunaan barang bukti atau hilang/rusak dan juga untuk menghindari penyelewengan terhadap barang bukti.

“Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan seluruh Pimpinan TNI dan segenap prajurit TNI serta masyarakat terhadap aparat hukum dan upaya penegakkan hukum di wilayah Oditurat Militer II-07 Jakarta,” kata Orjen TNI.

Pemusnahan barang bukti tidak dapat dilaksanakan serta merta hanya berdasarkan putusan pengadilan, namun harus sesuai dengan Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/963/XI/2017 tanggal 30 November 2017 tentang petunjuk teknis pemusnahan barang bukti di lingkungan Oditurat yang salah satu ketentuannya pemusnahan harus dilaksanakan lembaga terkait yaitu Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk barang bukti narkotika dan Dinas Peralatan Angkatan (Paldam) untuk senjata api.

“Adapun salah satu bagian barang bukti yang dimusnahkan berupa peluru/amunisi, tidak dapat dimusnahkan di tempat ini. Oleh karena itu, barang bukti peluru/amunisi akan kami serahkan ke Paldam dengan disertai berita acara untuk dimusnahkan sesuai Standard Operating Procedure (SOP) yang ada,” kata Marsda TNI DR. Sujono.

Marsda TNI DR. Sujono menegaskan, dengan diadakannya pemusnahan barang bukti, bukan berarti selesai pula tugas penegak hukum dalam penegakkan hukum dan ini merupakan bentuk komitmen daripada Oditurat Militer II-07 Jakarta kepada Pimpinan TNI, seluruh prajurit TNI dan masyarakat dalam penegakan hukum. “Pemusnahan barang bukti ini dapat memberi dampak positif terhadap penegakan hukum secara umum,” tutupnya.

Asep Supena
Cakratara.com 2021

 

Redaksi Cakratara.com melayani HAK JAWAB, dan HAK KOREKSI, apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

TNI-Polri

Kapolsubsektor Roxy Bagikan Masker saat Giat PPKM Mikro

Published

on

Kapolsubsektor Roxy memberikan himbauan kepada masyarakat tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro

JAKARTA, CAKRATARA – Anggota Kapolsubsektor Roxy memberikan himbauan kepada masyarakat tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro sekaligus membagikan masker di wilayah Jalan Biak Kelurahan Cideng Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat pada Selasa (22/6/2021).

Kegiatan ini merupakan program Kapolda Metro Jaya dalam PPKM Mikro untuk menekan penyebaran virus corona Covid-19.

Dalam kesempatannya, Kapolsubsektor Roxy Ipda M Agusni mengatakan kegiatan ini merupakan program utama Kapolda Metro Jaya guna menekan penularan virus corona Covid-19 yang ada di DKI Jakarta.

Pembagian masker dan himbauan PPKM mikro berlangsung di Jalan Biak Kelurahan Cideng Kecamatan Gambir bersama Anggota Polsek Metro Gambir yang dipimpin langsung oleh Ipda M Agusni beserta Anggotanya Aipda Zaenal Arifin,” ucap Agusni.

Sasaran pembagian masker, kata dia, kepada para pengunjung restoran dan halte maupun masyarakat sekitar yang di Jalan Biak.

“Tujuannya untuk menekan penularan penyebaran virus Covid19 yaitu dengan menggunakan masker secara benar kemudian tetap menjaga jarak, harus sering mencuci tangan dan himbauan untuk tidak masyarakat untuk tidak berkerumun,” tuturnya.

Di tempat terpisah Kapolsek Metro Gambir AKBP Kade Budiyarta SiK., menyampaikan bawah pihak akan gencar melakukan patroli rutin untuk berikan Himbauan dan PPKM Mikro di wilayah hukum Polsek metro Gambir Jakarta pusat.

“Adapun jumlah masker yang dibagikan sebanyak 100 masker dan himbauan untuk PPKM Kecamatan Gambir setiap hari akan terus melaksanakan program tersebut agar masyarakat lebih patuh dalam menjalani Protokol Kesehatan (Prokes),” tutupnya.

Achmad Sulaiman (Eman)
Cakratara

Continue Reading

TNI-Polri

Panglima TNI Sidak PPKM Mikro di Cilandak

Published

on

Panglima TNI juga mengatakan bahwa petugas di Posko PPKM Mikro yang berada di setiap wilayah harus mengetahui tugasnya secara detail

JAKARTA, CAKRATARA – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., bersama Menteri Kesehatan Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU. dan Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. melaksanakan Sidak di Kelurahan Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (22/6/2021).

Saat berdialog dengan Kapolsek Cilandak Kompol M. Agung Permana, Danramil Cilandak Mayor Cba Usep, Camat Cilandak Mundari, Panglima TNI menekankan agar 4 Pilar di Cilandak terus bersinergi menjaga disiplin Protokol kesehatan, 3T (Testing, Tracing dan Treatment) guna memutus rantai penyebaran Covid-19.

Panglima juga mengatakan bahwa petugas di Posko PPKM Mikro yang berada di setiap wilayah harus mengetahui tugasnya secara detail dengan memberi pemahaman yang baik, sehingga dapat melaksanakan tugasnya dengan sangat optimal, baik untuk menegakkan disiplin protokol kesehatan, penyekatan, testing, tracing, pengawasan isolasi mandiri.

“Saya merasa puas atas kinerja penanganan Covid-19 di wilayah Cilandak karena telah menerapkan sinergi 4 Pilar (Kelurahan setempat, Dinkes, Babinsa dan Bhabinkamtibmas) yang telah dianjurkan pemerintah. Kalau saja semua wilayah Jakarta seperti Cilandak, dipastikan zona Jakarta akan aman dari Covid-19,” ujarnya.

Selanjutnya, Panglima bersama rombongan menuju Kantor Lurah Ciracas, guna melihat langsung kesiapan PPKM Mikro yang berada di wilayah Ciracas, Jakarta Timur.

Panglima TNI mengatakan bahwa empat pilar yang dianjurkan pemerintah memiliki satu informasi yang bisa di terima dan dapat mengimplementasikan data-data warga (merah, kuning dan hijau) di seluruh wilayah RT/RW dalam satu Kelurahan.

Turut hadir pada peninjauan tersebut Asops Panglima TNI Mayjen TNI Syafrudin, S.E., M.M., M.Tr. (Han), Aster Panglima TNI Mayjen TNI Madsuni, S.E., Kapuspen TNI Mayjen TNI Prantara Santosa, S.Sos., M.Si., M.Tr. (Han), Kapuskes TNI Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono, Sp.S, MARS., M.H. dan Pejabat Tinggi Polri.

Asep Supena
Cakratara

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending