Connect with us

Bisnis dan Ekonomi

Samboja Uton Witono Menilai Kehadiran PT Suda Miskin Kurangi Pengangguran

Published

on

LEBAK, CAKRATARA – Wakil Ketua Lembaga Investigasi Negara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Provinsi Banten Samboja Uton Witono menilai kehadiran PT Suda Miskin di Kecamatan Panggarangan akan dapat menaikan roda perekonomian dan akan mengurangi angka pengangguran di Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

“Saya selaku Wakil Ketua Lembaga Investigasi Negara DPD Provinsi Banten akan mendukung penuh kehadiran PT Suda Miskin yang meliputi beberapa Desa di Kecamatan Panggarngan, yakni Desa Cibarengkok, Desa Gunung Gede, Desa Sogong, Desa Cimandiri Kecamatan Panggarngan, dan Desa Mekarsari Kecamatan Cihara Kabupaten Lebak Provinsi Banten,” kata Samboja kepada wartawan di kediamannya, Rabu (23/3/21).

Dikatakan Samboja, kehadiran perusahaan PT Suda Miskin di Kecamatan Panggarangan dan Kecamatan Cihara akan mengurangi pengangguran terhadap masyarakat setempat.

Menurut Samboja, yang  juga sebagai Wakil Ketua  BPPKB Banten DPD  Provinsi Banten,  adanya  perusahaan PT Suda Miskin yang akan bergerak di bidang pertambangan dan perkebunan itu tentunya akan membantu masyarakat  untuk mengurangi pengangguran di Kecamatan Panggarangan dan Kecamatan Cihara.

“Selama ini setiap kali PT Suda Miskin  melakukan sosialisasi di setiap Desa. General Meneger PT Suda Miskin  Wawan Ridwan S.E, selalu menyampaikan bahwa perusahaan PT Suda Miskin akan selalu bersenergi dengan semua pihak, mulai dari Muspika Organisasi Masyarakat (Ormas), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Rekan-rekan  media, Tokoh Masyarakat (Tokmas), dan semua elemen masyarakat,” terang  Samboja.

PT Suda Miskin sudah banyak memberikan bantuan kepada masyarakat di Kecamatan Panggarngan dan Kecamatan Cihara, di bidang sosial seperti memberikan sumbangan buat merenovasi Masjid, Mushola, Majlis ta’lim,  korban kebakaran, dan  anak yatim, jompo, Ormas, dan lainnya.

Menurutnya, selain ke depan  bisa  meningkatkan perekonomian, masyarakat juga bisa bekerja di perusahaan tersebut. Karena itu, kata dia, yang disampaikan oleh PT Suda Miskin akan merekrut tenaga kerja  asli pribumi dan putra daerah khususnya di Kecamatan Panggarngan.

PT Suda Miskin selain bergerak di bidang tambang,  ada juga di bidang lain seperti bidang perkebunan, dan itu sudah  mulai dilakukan dari awal Januari 2021 di  Desa Cibarengkok sekitar 7 Ha tepatnya di Kampung Simpati Desa Cibarengkok.

“Menurut saya itu merupakan salah satu percontohan di wilayah yang lain, dan itu akan bisa memberdayakan masyarakat lokal di bidang perkebunan,” kata Samboja.

Di tempat terpisah, Saptuha (55), Tokoh Masyarakat Kampung Patat Desa Sogong mengatakan, bahwa lahannya terkena patok  tanda batas titik kordinat dari Dinas ESDM Provinsi  Banten.

“Sebelumnya saya juga  belum paham dengan rencana  adanya pematokan tanda batas titik kordinat dari Dinas ESDM. Tapi Setelah diberi penjelasan oleh pihak ESDM Provinsi tentang adanya pematokan tanda batas titik kordinat tersebut akhirnya  saya pun memahami bahwa pematokan tanda batas titik kordinat tersebut hanya sebagai ciri/tanda saja. Saya pribadi mendukung dan juga tidak keberatan selama PT Suda Miskin tidak merugikan kepada kami,” kata Saptuha, Rabu (23/3/2021).

Sementara itu, Ketua BPPKB Banten DPAC Kecamatan Cihara  Dede Cuing mengapresiasi PT Suda Miskin yang banyak memberikan bantuan untuk keperluan umum dalam bentuk kepedulian sosial.

“Saya selaku ketua BPPKB Banten DPAC Kecamatan Cihara siap untuk memberikan dukungan dan akan bersenergi dengan pihak perusahaan PT Suda Miskin yang bergerak di bidang pertambangan dan perkebunan yang berkantor di Desa Cibarengkok Kecamatan Panggarngan ini,” kata Dede Cuing.

“Semoga setelah berjalan nanti, bisa melibatkan  masyarakat setempat dan putra daerah  dalam perekrutan tenaga kerjanya,” harap Dede Cuing.

General Manager PT Suda Miskin Wawan Ridwan S.E, saat dikonfirmasi terkait adanya pematokan tanda batas, W. Ridwan mengatakan, bahwa patok itu hanya ciri/tanda batas titik kordinat saja, dan kalaupun ditolak oleh masyarakat itu juga tidak apa-apa.

Adapun pro dan kontra, kata Ridwan, Itu juga hal yang wajar. Ia akan menjelaskan kalau pematokan tanda batas titik kordinat tersebut itu kewenangan pihak Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) Provinsi  Banten).

“Patok itu hanya  garis titik  kordinat saja, sekalipun ada penolakan tentang garis titik kordinat yang sudah ditetapkan oleh Dinas ESDM, silahkan buatlah surat penolakan ke Dinas ESDM, tidak harus ke PT.Suda Miskin. Karena itu tahapannya sudah jelas sejak sosialisasi di bulan September tahun 2020,” tutup Wawan Ridwan.

Asep D Mulyadi
Cakratara.com 2021

Redaksi Cakratara.com melayani HAK JAWAB, dan HAK KOREKSI, apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

Bisnis dan Ekonomi

Usai Gagal, Akhirnya Moeldoko Jadi Ketua Umum

Published

on

usai gagal di Partai Demokrat, kali ini Moeldoko didapuk menjadi Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo)

JAKARTA, CAKRATARA – Moeldoko akhirnya menjadi Ketua Umum usai gagal menggambil alih kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Partai Demokrat karena Kementerian Hukum dan HAM menolak hasil Kongres Deli Serdang.

Akan tetapi, usai gagal di Partai Demokrat, kali ini Moeldoko didapuk menjadi Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo).

Menurut Moeldoko, Periklindo memiliki semangat untuk berperan aktif dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, baik dari kendaraan, informasi yang diperlukan seluruh pihak, hingga edukasi kepada masyarakat, dan diharapkan bisa memberikan sumbangsih nyata dan mengakselerasi perkembangan kendaraan listrik yang juga didukung oleh pemerintah.

“Apalagi saat ini Indonesia sedang berada di masa transisi menuju era elektrifikasi atau kendaraan listrik. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 55 tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB),” paparnya.

Lebih lanjut, kata dia, di mana para pelaku industri otomotif baik roda dua dan empat, kendaraan komersial dan industri pendukung pun mulai bergerak ke arah elektrifikasi, atau dengan menggunakan tenaga listrik.

“Hal tersebut juga sebagai langkah demi mengurangi ketergantungan impor sekaligus membersihkan langit dari polusi udara, makanya para pelaku industri harus bisa aktif mencari cara agar kendaraan listrik di Indonesia bisa berjalan,” katanya.

Salah satu contohnya, yakni memiliki pabrik untuk memproduksi baterai yang digunakan oleh kendaraan listrik. Hal itu diungkapkan langsung oleh Moeldoko yang juga pendiri PT Mobil Anak Bangsa atau MAB.

Mantan Panglima TNI itu menyatakan, bahwa keberadaan pabrik baterai akan sangat berpengaruh pada akselerasi pengembangan berbagai jenis kendaraan listrik di Tanah Air.

“Harapannya, tiga sampai empat tahun ke depan bisa ada baterai yang ada di Indonesia, baterai listrik. Itu bakal luar biasa,” ujar Moeldoko sebagaimana dikutip dari VIVA Otomotif Selasa 27 April 2021.

Lebih lanjut pria yang saat ini menjabat sebagai Kepala Staf Presiden itu mengungkapkan, kehadiran baterai kendaraan listrik buatan lokal bakal mendongkrak tingkat kandungan dalam negeri pada unit yang diproduksi. (Red/Jo)

Source: Warta Ekonomi

Continue Reading

Bisnis dan Ekonomi

Mobil Sedan Rp 20 jutaan, Cek Pilihannya

Published

on

Hanya saja, harga mobil sedan relatif cukup tinggi. Namun, bagi Anda yang memiliki dana terbatas bisa melirik deretan Rp 20 juta ini

JAKARTA, CAKRATARA – Memiliki mobil sedan merupakan sebuah impian bagi sebagian pecinta otomotif. Mobil ini memang kerap mendapat predikat mewah lantaran menawarkan kenyamanan yang tidak diberikan oleh mobil jenis lainnya seperti MPV dan SUV.

Hanya saja, harga mobil sedan relatif cukup tinggi. Namun, bagi Anda yang memiliki dana terbatas bisa melirik deretan sedan di bawah Rp 20 juta ini.

Perlu dipahami, rata-rata mobil sedan dengan kisaran harga tersebut sudah cukup uzur. Namun, selama perawatan terjaga akan tetap nyaman dikendarai diperkotaan.

Berikut pilihannya;

1. Honda Accord Prestige

Honda Accord Prestige merupakan generasi kedua dari seri Accord.

Dibekali mesin 2.000 cc, mampu menghasilkan tenaga 98 Hp dengan torsi maksimum 148 Nm. Accord Prestige termasuk mobil yang sudah menggunakan fitur power window. Setirnya sudah mengadopsi power steering.

Kini Honda Accrod Prestige lansiran tahun 1987 sudah dibanderol dengan harga yang cukup murah yakni Rp 25 juta.

2. Toyota Corona

Masih dari pabrikan Jepang, Toyota Corona ini merupakan salah satu sedan mewah pada masanya.

Dengan tampilan sedan bernuansa klasik, Toyota Corona ini masih banyak menjadi incaran para konsumen otomotif lantaran tetap terlihat elegan jika digunakan di jalan raya.

Untuk Toyota Corona lansiran tahun 2000 bisa Anda dapatkan mulai dari Rp 25 juta di situs jual beli mobil bekas.

3. Peugeot 405

Peugeot 405 diluncurkan di Indonesia pada tahun 1989-1997. Sedan retro ini memiliki empar tipe yang dipasarkan di Indonesia, yaitu SR, SRi, STi, dan STi Le Mans.

Tipe SR menggunakan sistem pembakaran karburator, sedangkan tiga tipe lainnya menggunakan sistem injeksi. Tipe SR juga masih menggunakan rem teromol di bagian belakang dan rem cakram di depan. Tipe lainnya sudah secara penuh mengadopsi rem cakram.

Berdasarkan situs jual beli mobil bekas, kini Peugeot 405 lansiran tahun 1995 dibanderol dengan harga Rp 19 juta.

4. Volvo 960

Sedan Volvo ini sempat dijuluki Tank Swedia lantaran kebal hantaman dari Toyota Fortuner.

Volvo 960 menawarkan sejumlah pilihan mesin, mulai dari yang berkapasitas 2.300 cc hingga 3.000 cc dengan turbo. Versi 2.300 cc. Selain itu, mobil ini juga sudah dibekali beberapa fitur keselamatan seperti Side Impact Protection System (SIPS) yang bisa melindungi kabin dari dampak tabrakan.

Mobil bekas Volvo 960 lansiran tahun 1998 dibanderol dengan harga Rp 25 jutaan.

5. Mistubisi Lancer DanGan

Sedan kompak ini hadir dalam beberapa pilihan mesin yang berbeda, mulai dari 1.500 cc sampai 1.800 cc. Hadir dalam tiga trim dan varian. Varian pertama hadir tipe GLX bermesin 1.5 liter karburato, tipe GTi 1.6 liter DOHC dan terakhir tipe GTi 1.8 liter DOHC.

Mobil ini memiliki sedikit DNA Rally khas Mitsubishi, dan sudah dilengkapi dengan rem cakram di keempa rodanya untuk menghentikan laju yang dihasilkan oleh tenaga buas dari mesinnya.

Untuk harga mobil bekas ini berada di kisaran Rp 25 jutaan. (Red/Jo)

Source: Kompas

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending